05 May 2010

Tutorial mixing dengan mudah untuk pemula

Proses mixing dalam dunia audio recording merupakan salah satu proses yang paling susah, memusingkan dan paling rumit menurut saya. Begitu banyak plugins atau efek yang harus dipakai dan tentu saja harus dimengerti untuk proses ini. Salah satu pedoman saya dalam proses me-mixing adalah, jangan memasukan suatu plugins / efek yang tidak diketahui kegunaan nya atau tidak dimengerti cara penggunaannya. Selain sia-sia dan memberatkan kinerja komputer, juga bisa merusak sound atau suara pada track anda.

Pada tutorial ini, saya hanya membahasa secara umum bagaimana proses mixing yang biasa saya lakukan. Dan juga karena saya pemula atau newbie dalam hal ini, maka postingan ini saya pun saya beri judul "Tutorial mixing secara mudah untuk pemula"

Oke langsung saja pada tutorialnya.


1. Bukalah project atau track yang anda rekam sebelumnya di sebuah software daw atau software multi track recording.

2. Setelah terbuka, coba play dan lihat meter pada master track / master fader nya (untuk software stenberg cubase dan steinberg nuendo, bisa menekan tombol shortcut F3 dan lihat paling kanan pada mixer nya).

Apabila clip atau peak (biasanya akan ada tanda berwarna merah atau meter nya melebihi 0db) silahkan untuk menurunkan masing-masing track (track gitar, track bass, track vocal dan seterusnya), ingat seluruh tracknya, bukan master track / master fader nya yang diturunkan.

3. Setelah aman / tidak clip atau peak, cobalah untuk mem-balancing dengan menurun atau menaikan volume pada track masing-masing. Dalam proses balancing saat ini, anda tidak perlu untuk mem-balancing secara detail, apabila sudak terdengar enak dikuping anda, maka sudah cukup.

4. Coba dengarkan beberapa kali dari awal sampai akhir lagu, hal ini bertujuan agar anda dapat mengenal materi-materi yang anda ingin mixing. Bahasa kerennya adalah, agar lebih familiar dengan materi setiap track dan instrument yang sedang anda mixing. Pada tahap ini jangan atau tidak perlu memasang efek atau plugins.

5. Nah setelah anda mengenal dan lebih familiar dengan track-track instrument yang sedang anda mixing, maka cobalah untuk mengkelompokkannya, hal ini bertujuan agar anda tidak bingung nanti saat anda me-mixing lebih jauh.

Yang biasa di kelompokkan:
-drum (snare, kick dan seterusnya) dengan perkusi
-low instrument seperti bass dan lain-lain
-guitar bisa distorsi, struming, arpegio, wah-wah dan lain-lain
-vocal (alangkah baiknya vocal di kelompokan kembali, antara lead vocal dan backing vocal)

6. Setelah mengelompokkan atau grouping, cobalah untuk panning (kanan, tengah, kiri) track-track instrument yang anda sedang mixing hingga tercipta suatu stereo imager atau terdengar lebih luas (stereo), perhatikan pada saat melakukan panning agar tidak ada suara atau instrument yang terlalu memihak ke kanan ataupun ke kiri (bahasa inggrisnya adalah timplang :D ). Yaitu tidak terlalu banyak instrument yang berada di kiri maupun di kanan, seimbang deh pokoknya :) .

7. Setelah itu saat nya untuk me-mute semua channel kecuali drum. Saat nya menyiapkan plugins compressor,  compress track-track drum yang memiliki dinamika yang luas (bahasa gampangnya, memiliki suara yang kadang besar, dan kadang kecil). Biasanya untuk drum memakai ratio yang besar seperti 8:1, namun juga tergantung pada sumber atau source suara / materi yang kita mixing, begitu pula dengan threshold. Untuk attack nya bisa memakai auto (apabila plugins yang di pakai memiliki fitur tersebut) apabila tidak coba di setting tergantung pada tempo lagu materi yang sedang di mixing. Beri gain apabila diperlukan.

Agar memudahkan, kita dapat melihat di tampilan gelombangnya, track-track mana yang memerlukan peng-compress-an.

Begitu pula dengan track bass dan vocal, buka track tersebut satu-persatu lalu stabilkan dengan memakai plugins atau efek compressor.

Ingat, jangan terlalu meng-compress terlalu over, sebuah lagu memerlukan dinamika agar terdengar lebih "hidup". Jadi pakai plugins compressor ini bila hanya dibutuhkan dan gunakanlah dengan bijak :D

8. Masih dengan tiga track diatas (drum, bass dan vocal). Siapkan sebuah reverb. Tapi reverb ini tidak digunakan untuk bass yah, hanya untuk drum dan vocalnya. Gunakan dua buah reverb yang dipasang di send aux atau send fx. Satu untuk drum nya dan satu lagi untuk vocalnya. Saya biasa menggunakan reverb hall untuk vocal, tapi tergantung genre dan karakteristik vocal nya. Apabila masih kurang atau tidak cocok dengan preset bawaan dari plugins atau software reverb yang anda pakai, coba untuk men-setting reverb timenya, hpf / low cut nya, lpf atau hi cut nya, pre delay dan lain-lain.

Ingat! Kesalahan atau salah setting pada efek reverb membuat sound atau lagu anda terdengar amatir.  Contoh nya suara vocal seperti di dalam sumur, suara drum seperti didalam gua dan lain-lain. Gunakan dengan bijak plugins reverb ini.

Setelah memberi reverb, coba untuk dengarkan kembali. Biasanya sesudah memakai fx reverb ini balancing nya jadi berubah, atur atau balancing kembali dengan menaik dan menurunkan volume pada masing-masing track. Sesekali lihat juga master fader atau master tracknya, jangan sampai peak atau clip atau melebihi dari batas 0db.

9. Nah apabila ketiga element diatas sudah terdengar bagus, anda sudah mempunyai pondasi nya. Selanjutnya tinggal buka satu persatu track instrument lainnya sambil di balancing kembali.

10. Masukan compressor lagi apabila ada instrument selain ketiga elemen diatas yang terlalu luas atau lebar dinamikanya (kadang besar, kadang kecil suaranya)

11. Apabila ada sound / bunyi dari track yang tidak diinginkan bisa memakai equalizer untuk mengcut atau memboost di frequency yang mengganggu. Apabila dari kesemua track low nya terdengar menggulung, coba di low cut atau HPF (high pass filter) menggunakan equalizer. Apabila hi nya ada yang menyerang atau terlalu sakit di telinga, cut di frequency yang dimaksud menggunakan equalizer juga.

12. Ada bunyi click yang mengganggu? Gunakan declicker

13. Ada bunyi noise yang mengganggu? Gunakan denoiser

14. Di vocal, saat pengucapan huruf "S" "C" berlebihan dan menyakitkan telinga, bisa menggunakan deesser

15. Dan sebagai nya, dan sebagainya, dan sebagainya :)

Ingat dan perhatikan, gunakan plugins yang anda masukan dengan bijak, jangan terlalu over! Sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik bukan?

Semoga berguna :)
Jangan lupa untuk berkomentr yah :D
distorsi.net, menyuguhkan informasi tentang musik dan rekaman audio
salam


Artikel Terkait:

47 comments:

Anonymous said...

tolong diberitahu dunk..tempat2 menunya biar qta langsung tahu di mana icon2 yg dibuat untuk plug-in compresor dll..
cz qta masih awam dgn softwarenya..khusunya yg qu pake..
nuendo 4..

thanks,,

bonard alfin said...

^@Anonymous: maksud nya bagaimana yah? agak kurang mengerti masalahnya... apa maksudnya memasukan plugins compressor ke project nuendo?? kalau iya kira-kira begini caranya:

coba pertama buat dahulu project di nuendo 4 nya... tutorial nya ada di Tutorial: membuat sebuah project baru di steinberg cubase atau stenberg nuendo

lalu buat audio track nya. tutorial ada di potingan yang berjudul, Tutorial: membuat atau memasukan track audio baru di steinberg cubase atau stenberg nuendo

nah coba lihat gambar dibawah ini (klik link nya)
gambar memasukan plugins compressor di steinberg cubase atau stenberg nuendo

terlihat kan bagaimana cara memasukan plugins compressor... anda juga bisa memasukan plugins lainnya yang ingin anda masukan...

kalau salah atau tidak nyambung dengan pertanyaan, slahkan untuk bertanya lagi :)

iven said...

Again....hanya menambahkan.. :)

Mixing is art...no rules for that...

If u hear good...do it..
No rules for plugin...Compresor, eq, reverb, ect.



Salam :)

bonard alfin said...

hhee.. benar sekali... segala sesuatunya tergantung materi nya...

mau dibawa kemana itu urusan sound engineering dan musisinya...

tapi paling tidak dengan artikel yang saya buat, orang yang baru terjun di dunia audio recording mempunyai basic untuk dikembangkan lebih jauh lagi :D

Anonymous said...

Makasih tutor nya...!!!! minta izin ngopi artikel za....

imboel said...

saya mw tanya kalo saya bisakah ngetake drum d studio lain trus ngelanjutin sisa yang lainnya seperti bass gitar dan voc di rumah?

Anonymous said...

@imboel: bisa dong...
kalo dikasih sama studionya... :P

Anonymous said...

Bingung nih Cara Ngacungin jempolnya......Weessss....Mantaabb bgt nie tutorial buat Pemula....thanx banyak ya mas,,,Cz Saya juga Newbie Di Dunie Rekam-merekam.... Pokonya,,,mau langsung Saya copy Nie tutor!!!Boleh Khan mas???hehehehe....

dika said...

bos!..
klo fungsi dari compressor, equalizer, dynamic prossesing, limiter, maxinizer tu apa nya!
+ penggunaan nya yg baik dan benar gimna bos?..

bonard alfin said...

waduh... mungkin nanti saya jelaskan satu-persatu saja yah... kalau ditulis disini akan terlalu panjang :)

dika said...

kapan atuh bos!
di tulis nya!....

bonard alfin said...

sabar yah... cari referensi dulu... gk mudah loh nulis.. salah sedikit ntar banyak yang komentar yang gk enak :p

hbb said...

mantab :)
coba dulu...

Dirge Aegis said...

Mantap, jadi bnyak tau tntang mixing...
Thanks !

aat said...

minta langsung file setelan reveb untuk vocal donk..

aku g ngerti bgt neeeeeee!!!!!!!!!!

bonard alfin said...

@aat waduh, stelan gimana yah mas? kan tergantung materi nya juga...

coba-coba pake preset nya dulu aja mas, untuk vocal biasanya pake hall, masukinnya jangan di insert, tapi di send FX

Firman said...

oke bangetttt ^_^
walau gw ga terlalu ngerti .. heheheeehh

dika said...

tx bos masukan nya bermanfaat gbu

headship said...

biasanya leveling untuk kick, snare, tom, hat, bass, gitar, synth dll berapa db yah om?
hasil mixing saya begitu di dengerin di vlc media player jadi pada ga jelas..
kenapa yah?
trimakasih

Andreas said...

kalo pake av audio v5.5 gmn???

bonard alfin said...

ayo yang mau diskusi, kita bisa di diskusi mixing di Forum Distorsi di http://distorsi.us, nanti kita bahas bareng-bareng sama anggota forum distorsi yang lain ;)

farizi said...

om bikin panduan mixing pake FL dong,nuendo belum pernah dicooba sih sama saya haha

Argianka said...

makasih banget mas, saya kebantu banget dengan info ini. bikin panduan untuk menghubungkan Amplitube dan nuendo dong mas. terima kasih

X-Treem said...

ty atas infonya..mohon ijin copy artikelnya untk d taruh di blog-ku...moga2 ilmunya bisa bermanfaat...

klo da waktu bisa mampir di blog-ku...

http://x-treemz.blogspot.com/

XkVegans said...

Saya mau tanya,
saya kan lagi belajar Home Recording, tapi baru untuk Gitar...
nah, DAW yg saya pakai GuitarRig4, Amplitube3, Overloud TH2 dan Cubase 5.
yg saya mau tanyakan gimana caranya/settingan yg tepat agar tidak terjadi noise pada saat saya menggunakan overdrive,distorsi, gain yg tinggi.
saya sudah coba menggunakan noise reducer yg tersedia di DAW, tapi tdk maksimal tetap saja noise masih terdengar, bisa sih hilang apabila saya meninggikan settingan tresholdnya tapi mengurangi sustain.

bonard alfin said...

@XkVegans : noise itu penyebabnya bisa banyak mas, mulai dari guitar nya, cable, preamp, soundcard hingga cpu yang belum di grounding... jadi cari tau dahulu penyebabnya apa, baru bisa dikasih tahu apa yang salah :D

byufe said...

Tips yang sangat bagus sekali :)
Izin copy ya bro nanti saya sertakan sumbernya. boleh?

Hasil home recoding kami
www.littleroom.web.id

stasiun musik said...

oh ya sy tambahin saran. kalau udah mixing rendernya pakai alat recording yg external. untuk menjaga hasil mixing yg suka turun 40 persen kalau di render di komputer terus keluar lewat cd writer. maksud saya yg turun itu semuanya . dari level, gain ampe tingkat keluasannya.

ferrysiregar said...

nice sob :)

ferrysiregar said...

keren artikelnya.. di lanjut sob berkreasi dengan membagi informasi yg berguna seperti ini..........

Anonymous said...

stasiun musik >>oh ya sy tambahin saran. kalau udah mixing rendernya pakai alat recording yg external. untuk menjaga hasil mixing yg suka turun 40 persen kalau di render di komputer terus keluar lewat cd writer. maksud saya yg turun itu semuanya . dari level, gain ampe tingkat keluasannya.

yg ini maksaudnya pake apa ya?? maklun nubie bgt bro

ekho said...

thanks gan sedikit ilmu di dapat pagi ini hehehehe
sukses terus ya

db said...

mau nanya
no 15. Dan sebagai nya, dan sebagainya, dan sebagainya itu apa mas?hhehe

d lanjut lagi dong Tutorialnya d advance mixing

predator666 said...

tutorial di atas bisa di katakan sebagai guide& basic nya mixing.skema.
tapi mungkin yg dmaksud dgn no 15 "dan sebagai2 nya itu",lebih ke "selera"masing2 engineer he..coz..tiap2 warrior mixing eng memiliki sudut pandang yang berbeda2 pada saat mereka "memasak dan menggoreng"bunyi2an tsb. baik dari imajinasi,pendengaran,skill&teknik nya, kadar/selera settingan nya,ruangan,atau pilihan alat2nya pasti berbeda2. inilah penyebab utama hasil mixingan2 tiap2 orang bedagk ada yang sama.baik dri karakter bunyi nya,imagenya, depth,atau rasa nya.misal nya..mugkin sebagian orang menganggap cara sy ini salah/tidak bagus, dg menggunakan vol automation,untuk menggantikan compressor dan deesser pada vokal (maksud nya biar voc nya tetap perawan;p). dan sy jg lbh suka pake maxx bass, psp vintage warmer dan inflator di master output nya. cm..yah sangat tergantung pada karakter bunyi nya,(bkn genre he..) kadang sya pake vintage&linMB comp di master. bahkan di group ch gitar&drum jg di pake. dan jg teknik2 nyeleneh seperti send EQ, atau send Comp (pararel),atau pake 3reverb utk 1 instrument, jg game2 keren dan seru dari routing2 group ch&fx ch dan sebagai2nya... ini semua tanpa kita sadari pasti kita gunakan pada saat mixing dan biasa nya berdasarkan selera, kebuthan dan pengalaman2masing2individu.pasti nya gk sama..bahkan kadang2kita menggunakan cara yg sangat tak lazim mis nya drum di kasi flanger atau distorsi, delay&bitcrusher dll,yg penting enak hehe..dan nyambung dgn lagu..:D
inti nya mixing itu seni, pake apa aj sesuka mu yang penting enak di dengar. gk ada yg salah. yg salah klo gak enak..hahaha

Anonymous said...

Oke...Mantaap...Maju teruz dunia kita, Thousand thanks for DISTORSI..!

Anonymous said...

Bravo! jadi ga ngerasa sendirian lagi niii,..Buanyak
Pejuang2 audio adventurer yg Share disini, Thanks DISTORSI- So gw ga lagi Pening2 sendirian'
Nge Mixing ato nge-take track Multi mentahan, tinggal nanya
engineer seniornya langsung..Thanks Mas Alvin!!

bonard alfin said...

@predator666 : Makasih mas atau tambahannya.. :D

@Anonymous & @Anonymous : sama-sama mas :D

MegaVST.com - Free VST Plugins said...

terimakasih atas ilmunya...

VICKIE ROSES said...

gw juga lagi berjuang... mudah2 sukses.. semua.. maju terus HOME RECORDING..

stevenjtr said...

Gunakan dua buah reverb yang dipasang di send aux atau send fx. ini maksudnya apa mas??
Reverb yang di bahas di sini bukan reverb yang ada di daw macem nuendo yah?? ane kurang ngerti maklum newbie..hehe

Anonymous said...

yakin kan diri klo udah bisa rekam jelas n bersih baru masuk tahap mixing

Titin Haryati Biz said...

cara mengelompokan tracknya gimana agar tidak tertumpuk dan yang di bawah tidak mati suaranya?

kho said...

sebelumnya terimakasih bahwa saya belajar record musik berawal dari sini,
tolong bantuannya mas, kemarin saya rekam musik namun hasilnya terdapat suara kretek kretek seperti radio am yang diputar saat banyak kilat petir, bagaimana solusinya ?
saya pakai soundblaster extreme audio, dan mixer rakitan (sedianya sebagai ganti premp)

diasdamit said...

gan mau tanya cara seting efek vocoder untuk vokal bagaimana ya?? trus software nya apa biasanya ??? trimakasih...

antonio garin said...

BTW, makasih bros atas postingannya yg sangat2 bermanfaat...aq ngikuti diem2 ja.

Anonymous said...

mantap gan",,.thanks pelajaran2 brmutu'a... :D

yosfat maraofu said...

sebenarnya mixing itu seperti memasak,,tergantung kita ingin menciptakan masakan yang gampang ato susah,,dan itupun di dukung dengan mood yg baik dan logical.intinya dari mixing adalah "experiment" yg dibantu jg dgn buku panduan dan enggineer yg berpengalaman.BAGI PEMULA YANG TERPENTING ADALAH BELAJAR DAN BELAJAR,,SEMAKIN SERING MEMASAK SEMAKIN ENAK MASAKAN TSB..(loocchh kok jadi ngomongin masakan wkwkwkwkwk..)

Post a Comment

 

Follower

Facebook Box

Twitter Updates

Copyright © 2010 Distorsi All Rights Reserved
Distorsi | Forum Distorsi | Toko Distorsi | Contact Us | Bonard Alfin's Blog