LASTEST POST

HARDWARE KNOWLEDGE

19 February 2012

Soundcard? Audio Interface? Ini dia tips cara memilih sebelum anda membeli! Part 1

Banyak sekali kawan-kawan yang bertanya ke saya, entah lewat email, sms, ym, maupun lewat facebook. "Soundcard yang bagus untuk saya itu apa yah?" atau "Mau beli soundcard merek A, kira-kira bagus gk buat saya?" dan juga "Kira-kira bagusan mana mas, soundcard merek A atau merek B".

Nah setelah muter-muter cari referensi, akhir dapat juga. Artikel ini ditulis bersumber dari artikel Mas Agus Hardiman dari Musiktek. Saya minta ijin tulis lagi di blog Distorsi yah Mas Agus :)

Dari tiga pertanyaan tentang soundcard diatas yaitu :
  • Soundcard yang bagus untuk saya itu apa yah?
  • Mau beli audio interface / soundcard merek A, kira-kira bagus gk buat saya?
  • Kira-kira bagusan mana mas, soundcard merek A atau merek B?
Kita bisa membuat pertanyaan lagi dari pertanyaan-pertanyaan diatas. Loh? Kenapa? karna pertanyaan-pertanyaan seperti ini penting untuk mengetahui Soundcard apa yang cocok untuk anda.

Oh iya sebelumnya, Soundcard adalah "kata" yang umum digunakan oleh orang, walaupun sebetulnya gk terlalu tepat atau pas. Istilah yang sering dipakai itu adalah Conveter / Audio Interface / Audio Card. Karena seperti yang telah di jelaskan di postingan saya sebelumnya yang berjudul Alat yang dibutuhkan untuk membuat studio rekaman audio sederhana  bahwa belum tentu sebuah CONVETER ataupun AUDIO INTERFACE berupa "kartu" yang dipasang di motherboard pada cpu komputer, karena saat ini CONVETER atau AUDIO INTERFACE ada yang berupa box, mixer dan lain-lain (soundcard eksternal dengan koneksi USB dan FIREWARE).

Oke kita mulai aja.

1. Berapa budged yang anda alokasikan?
Ini dia pertanyaan yang paling penting. Berapa dana atau budged yang anda alokasikan untuk membeli soundcard atau audio interface. Seperti yang kita tahu Soundcard atau Audio Interface khusus untuk rekaman yang ada di pasaran saat ini mempunya harga yang berbeda-beda.

Jadi mulailah dahulu berapa budged yang ingin anda alokasikan untuk membeli Soundcard atau Audio Interface.
Gambar 1. Budged

Dimulai dari yang paling murah mungkin sekitar 1juta hingga 2,5jutaan sudah terbilang bagus untuk merekam materi lagu-lagu anda secara professional. Punya dana lebih? Sudah tentu anda akan memiliki lebih banyak pilihan dan fitur yang lebih bagus :)

Mungkin masih banyak yang bertanya seperti ini :
"Mas di komputer PC / laptop saya sudah bisa mendengarkan lagu mp3 dengan winamp, dan juga bisa merekam materi saya kok? Kenapa harus beli lagi soundcard atau audio interface dengan harga yang tidak bisa dikatakan murah lagi?"

Yup, memang di PC ataupun Laptop anda akan menemukan Soundcard. Soundcard ini bernama soundcard onboard yang menempel di Motherboard komputer / laptop anda. Di Soundcard Onboard biasanya anda akan menemukan 3 buah lubang, 1 lubang stereo untuk output / headphone out. 1 lubang mic input dan juga 1 lubang line input.
Gambar 2. Soundcard Onboard

Tapi dengan memakai Soundcard Onboard, anda akan menemukan banyak sekali masalah. Beberapa masalah yang paling menonjol adalah :
  1. Kualitas untuk merekam suara kurang bagus, banyak nya noise yang sudah pasti mengalahkan suara yang ingin anda rekam. biasanya soundcard onboard hanya bisa merekam maksimal 16bit), coba saja dibandingkan dengan soundcard yang memang di tujukan untuk spesialis rekaman yang bisa merekam maksimal 24bit bahkan 32bit!. sample rate? biasa nya soundcard onboard mempunyai sampling rate yang kecil, 44,1Khz, walaupun ada yang lebih seperti 48Khz namun tetap saja soundcard tersebut tidak disarankan untuk dipakai rekaman)
  2. Latency, atau beberapa orang menyebutnya delay. walaupun bisa di akali dengan driver ASIO4ALL namun tetap saja masih terasa latencynya.
  3. Koneksi masih menggunakan jack 3,5mm Sedangkan instrumen musik pakai jack 1/4 atau kabel XLR atau kabel TRS.walaupun bisa diakali dengan extention, namun belum tentu extention tersebut malah membantu, bisa saja malah membuat hasil rekaman anda semakin tidak bagus.
  4. Kualitas AD/DA converter yang tidak di peruntukan untuk rekaman professional. Kalau Anda pernah rekaman dgn soundcard onboard & hasil rekamannya terasa lebih mendem (=kurang bright) atau malah hilang frekwensi bassnya dibandingkan dengan bunyi instrumen aslinya, nah itu dia pengaruh kualitas AD Converternya. AD converter adalah bagian dari soundcard yang mengubah data analog menjadi data digital (Input). Sedangkan DA converter mengubah data digital menjadi data analog (output).

So, masih mau pakai soundcard onboard lagi? :D

Jadi. yang bisa disimpulkan dari poin pertama adalah :
Menentukan budged yang anda alokasikan untuk membeli Soundcard atau Audio Interface saat ingin bertanya / membeli :) 

 
2. Kebutuhan audio yang anda inginkan
Bicara tentang kebutuhan, tak mungkin kalau kita tidak membicarakan tentang spesifikasi dari Audio Interface atau Soundcard yang ingin anda beli. Spesifikasi yang dimaksud adalah sebagai berikut :

A. Berapa jumlah channel input dan output yang diperlukan / yang anda butuhkan?
Ini pertanyaan yang sering sekali saya tanyakan. Berapa channel input dan output yang akan anda gunakan secara bersama-sama? 2 channel? 4 channel? 6 channel? 8 channel? atau lebih?

Nah misalnya anda hanya merekam instrument satu-persatu, tentu saja 2 channel input saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan anda.

Atau misalnya anda ingin merekam live accoustic dengan perlengkapan sebagai berikut :
  • 2 buah microphone untuk vocal utama dan backing vocal
  • 2 buah guitar accoustic
  • 1 buah bass
  • 1 buah cajon

Berarti ada membutuhkan 6 buah input channel apabila ingin merekam kesemua perlengkapan diatas pertrack secara bersamaan yang nanti bisa anda mixing secara leluasa. Atau apabila anda ingin merekam drum, berarti anda membutuhkan minimal 8 buah input channel atau lebih. Kalau merekam live full band butuh berapa input? Monggo di perkirakan sendiri :D

Oke yang barusan kita bahas adalah input channel. Kalau output channel? Minimal output channel tentu saja 2 buah output mono (stereo) untuk ke speaker monitor anda.

Tapi kok ada yang output channel nya lebih dari 2 channel? Nah itu bisa digunakan untuk kebutuhan yang lain. Sebagai contoh yaitu untuk outboard processor atau hardware FX eksternal. Juga sebagai monitoring saat anda live (untuk keperluan playback looping anda) ataupun untuk output ke sepasang speaker monitor yang lain di studio anda.

Contohnya adalah Focusrite Saffire PRO 24 DSP.
Gambar 3. Focusrite Saffire PRO 40 - input dan output

Focusrite Saffire PRO 40, Audio Interface murah dengan fitur lengkap ini memiliki
  • 8 channel input
  • 10 analog output
  • + 2 channel stereo untuk headphone di front panel.


Focusrite Saffire PRO 40 bisa di set sebagai berikut (Contoh) :
  • Output 1 dan 2 bisa digunakan untuk ke sepasang speaker monitor flat anda.
  • Output 3 dan 4 bisa anda gunakan untuk sepasang speaker multimedia / hi-fi yang gunanya sebagai perbandingan bagaimana suara hasil recording / mixing / mastering anda terdengar di speaker biasa ini
  • Output 5 dan 6 bisa anda gunakan untuk headphone monitoring untuk pemain / player (musisi) yang siap rekaman di ruangan lain (contoh nya untuk player drum, guitar accoustic, dll)
  • Output 7, 8 dan seterusnya bisa anda gunakan untuk outboard processor atau hardware FX eksternal, dsb, dsb, dsn :p

B. Apa yang ingin anda rekam di audio interface anda 
Nah ini nih yang harus anda soroti saat ingin membeli Audio Interface atau Soundcard. Pastikan di Audio Interface atau Soundcard yang anda pilih / yang ingin anda beli memiliki koneksi input yang dibutuhkan untuk merekam instrument atau sumber suara yang ingin anda rekam.

Sebagai contoh jika anda ingin merekam dari microphone, tentu saja anda membutuhkan mic input dengan koneksi XLR. Dan jika anda ingin merekam dari microphone condenser Audio Interface atau Soundcard anda wajib memilik Phantom Power (48V)!

Sebagai contoh di Focusrite Saffire PRO 40, di channel input audio interface ini anda dapat melihat bahwa semua input (8 channel) memiliki konektivitas yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Di 8 channel input yang ada, anda bisa "mencolokkan" kabel dengan konektivitas TRS (biasanya untuk instrument) maupun XLR (biasanya untuk microphone). Jadi benar-benar sangat fleksibel!
 


Gambar 4. XLR Connector


Gambar 5. TRS Male Connector



Coba lihat gambar input (Input 1 dan 2) yang berada di front panel dari Focusrite Saffire PRO 40 dibawah ini. Warna biru menunjukan input, dan warna merah menunjukan tombol Phantom Power untuk channel input 1 hingga channel input 4.
Gambar 6. Mic Input 1 & 2 dan Phantom Power

Nah, bagaimana untuk merekam instrument seperti bass ataupun gitar yang direct dari instrument langsung ke Audio Interface atau Soundcard tanpa melalui Multi-FX? Anda membutukan Instrument Inputs. Kalau di Focusrite Saffire PRO 40, anda tinggal klik tombol Inst yang berada di front panel.

Gambar 7. Instrument Input

Kalau di Audio Interface atau Soundcard lain, mungkin nama tombol nya adalah HI-Z Swicth. Contohnya pada Mackie Onyx Black Jack
Gambar 8. HI-Z Swicth pada Mackie Onyx Black Jack

Nah kalau merekam dari keyboard synthesizer atau output dari Multi-FX Guitar, dibutuhkan line input
Gambar 9. Line input (Juga sebagai Mic juga bisa)


Kalau mau merekam data MIDI? Tentu saja anda membutuhkan MIDI Input
Gambar 10. MIDI In/Out

C. Digunakan untuk apa? apakah untuk recording? apakah untuk mixing? atau apakah untuk mastering?
Nah bingungkan? emangnya beda yah Audio Interface / soundcard untuk recording dengan untuk mixing maupun mastering?
  • Jika anda ingin membeli Audio Interface / Soundcard dengan kebutuhan utamanya untuk recording, maka pilihlah Audio Interface atau soundcard yang dynamic range-nya (dynamic range input) dari A/D converter yang besar (semakin besar, semakin bagus)
  • Jika anda ingin membeli Audio Interface / Soundcard dengan kebutuhan utamanya untuk mixing dan mastering, maka pilihlah Audio Interface atau soundcard yang dynamic range-nya (dynamic range output) dari D/A converter yang besar (semakin besar, semakin bagus)
  • Diluar dari kedua poin sebelumnya, untuk mastering, cari soundcard yang bisa merekam dengan sample rate 192kHz dan minimal mempunyai 4 input/out agar dapat menggunakan insert hardware dari outboard processor. Tapi jika ingin mastering "in the box", 2 input/output sudah cukup kok :)


Untuk mengetahui beberapa hal diatas, anda bisa melihatnya pada spesifikasi dari Soundcard atau Audio Interface yang ingin anda beli kok.

Continue...

Distorsi | Home Recording | Studio Rekaman | Alat Recording

27 January 2012

Mackie Onyx Black Jack - Unboxing dan Review

Wuih sudah lama sekali saya mengupdate blog distorsi karena beberapa hal penting yang harus dikerjakan, lagi nyusun proposal skripsi soalnya *curhat abis*

Oke, kemarin saya diberi kesempatan dipinjamkan beberapa produk demo dari distributor untuk dijajal atau dicoba dirumah.Salah satu produk yang bisa saya coba adalah Mackie Onyx Black Jack.



Audio Interface buatan Mackie ini memiliki 2 channel input dan 2 channel output. Mackie Onyx Black Jack ini juga menggunakan koneksi USB tanpa memerlukan power tambahan berupa adaptor. So, tinggal colok ke usb komputer, install driver, setting di Control Panel DAW atau Sequencer anda, dan anda siap untuk merekam maupun memplayback project materi lagu anda.... yang berarti sangat cocok untuk kebutuhan home recording / studio rekaman sederhana maupun untuk playback live diatas panggung... maknyuss lah pokoknya... istilah kerennya itu "USB Mobile Audio Interface"

Mackie Onyx Black Jack juga memiliki / build in preamp dikedua inputnya, jadi anda bisa menghemat pengeluaran anda karena tidak perlu untuk membeli preamp terpisah. Di audio interface / soundcard ini, anda akan menemukan phantom power yang gunanya sebagai tambahan power untuk mic condenser anda... aih... pokoknya mah bisa hemat aja kalau pakai Mackie Onyx Black Jack... All in one kalau bahasa gaulnya

Oke mari kita lihat isi dari box Mackie Onyx Black Jack ini.... (maap sebelumnya kalau photonya kurang bagus, soalnya photo dari handphone saya, malam-malam pula).

Gambar 1. Box Mackie Onyx Black Jack sebelum dibuka

Gambar 2. Isi dari Box Mackie Onyx Black Jack saat dikeluarkan

Gambar 3. Mackie Onyx Black Jack tampak depan

Gambar 4. Mackie Onyx Black Jack tampak belakang

Gambar 5. Kabel USB yang sudah include didalam paket penjualan

Gambar 6. Buku manual dan petunjuk penting

Oke, hal pertama yang saya "ngeh" dari isi box Mackie Onyx Black Jack adalah ketiadaan  CD driver. Anda harus mendownload Driver Mackie Onyx Black Jack di website resmi Mackie (http://www.mackie.com/products/onyxiseries/drivers/).
Gambar 7. Petunjuk untuk mendownload Driver
Entah ini menjadi salah satu hambatan, atau malah menjadi salah satu kelebihan dari Mackie Onyx Black Jack ini. Loh kok kelebihan sih? Driver yang dipakai pada suatu produk haruslah ter-"update" agar tidak bermasalah saat digunakan. Nah mungkin produsen Mackie ini sudah berpikir terlebih dahulu sebelumnya, agar pemakai / pengguna Mackie Onyx Black Jack tidak mengalami masalah saat menggunakan produknya, maka anda harus / wajib menggunakan driver terbaru / lastest driver. Hmmm jadi menurut anda apakah ini sebuah hambatan? atau sebuah kelebihan? Anda yang bisa menilai.

Kedua adalah ketika saya disuguhkan dengan petunjuk penting tentang software gratis yang sudah di bundle didalam produk ini, yaitu Tracktion.
Gambar 8. Petunjuk Traction beserta Lisence Code-nya

Namun setelah membaca petunjuk dari kertas yang dimaksud, saya malah menemukan web dengan Error 404. Tapi setelah saya berselancar di google, saya menemukan link baru di http://www.mackie.com/authorize. Entah apa benar di link tersebutkah nanti Lisence Code tersebut dapat digunakan atau tidak, saya belum mencobanya :p


REAR PANEL
Mackie Onyx Black Jack ini memiliki 2 buah input yang dapat merekam hingga 24bit / 48Khz. Yang berarti anda dapat merekam materi lagu anda dengan hasil standart professional. Lebih kerennya, 2 Input  yang ada di Mackie Onyx Black Jack ini sudah memiliki / build in ONYX PREAMPS yang tidak perlu diragukan lagi kualitasnya berdasarkan beberapa referensi yang saya baca.

Gambar 9. Inputs Channel


2 Channel input yang berada di bagian belakang Mackie Onyx Black Jack ini dapat menerima balance microphone inputs dari XLR Connector (biasanya untuk Microphone) maupun balance dan unbalance 1/4" TRS Connector (biasanya untuk Instrument)

Gambar 10. XLR Connector


Gambar 11. TRS Male Connector


Untuk anda yang ingin menggunakan Microphone Condenser, tentu saja wajib menggunakan phantom power dengan daya 48v. Bersyukurlah, di Mackie Onyx Black Jack ini anda sudah mendapati phantom power ini. Tinggal tekan tombol phantom power yang ada didepan, anda sudah siap untuk menggunakan Microphone Condenser.
Gambar 11. Phantom power


Untuk merekam gitar maupun intrument lain. Mackie Onyx Black Jack memberikan fitur HI-Z (High-Impedance) Switch, sebagai pengganti DI BOX tambahan. Tanpa fitur ini, suara yang terekam tidak akan terdengar natural (bahasanya halusnya gk bagus), khususnya itu pada bagian hi frequensi.

Gambar 12. HI-Z Switch


Pada Output / Monitor Out, anda dapat menemukan channel dengan koneksi balance dan unbalance 1/4" TRS Connector
Gambar 12. Monitor Out



Front Panel
1. Gain Control
Kenop / Knob untuk gain ini berguna untuk menyesuaikan sensitifitas (atau bahasa manusia nya volume atau gain) dari mic dan line input.

2. SIG / OL LED
Lampu LED yang ada di front panel Mackie Onyx Black Jack ini memiliki 2 warna, hijau dan merah. Saat lampu LED berwarna hijau, berarti anda aman untuk merekam materi anda. Namun saat berwarna merah, disarankan untuk memutar kenob gain ke arah berlawanan arah jam agar berwarna hijau kembali, hal ini dimaksudkan agar materi yang anda rekam tidak peak atau overload saat direkam... jadi amannya di warna hijau :D

3. HI-Z Switch
Sebenarnya sudah dibahas sebelumnya di tengah-tengah artikel, Mackie Onyx Black Jack memberikan fitur HI-Z (High-Impedance) Switch, sebagai pengganti DI BOX tambahan. Tanpa fitur ini, suara yang terekam tidak akan terdengar natural (bahasanya halusnya gk bagus), khususnya itu pada bagian hi frequensi.

Nanti terusin lagi *nyicil mode : on*


BERMINAT UNTUK MEMBELI PRODUK INI ATAU SEKEDAR BERTANYA-TANYA?

Untuk membeli, mengetahui harga, deskripsi, hingga spesifikasi lengkap Mackie Onyx Black Jack
Anda dapat mengujungi Toko Distrosi


Anda juga bisa bertanya-tanya atau berkonsultasi tentang hardware untuk keperluan audio di toko kami tersebut :)

12 January 2012

Focusrite Scarlett 2i2

Saat ini banyak sekali pilihan soundcard atau audio interface yang ada di pasaran, mulai dari yang harganya 1 jutaan, hingga pada kisaran puluhan juta. Kalau anda berencana membeli sebuah soundcard atau audio interface untuk keperluan studio rekaman atau home recording anda, tentunya anda harus memikirkan beberapa faktor. Mungkin beberapa faktor yang harus anda pikirkan adalah:
  • Budged
  • Kebutuhan Audio (berapa input dan output yang anda perlukan)
  • Koneksi (PCI, USB, ataupun Fireware)
  • Digunakan untuk apa (Recording, Mixing, Atau Mastering)
  • OS (Sistem Operasi) dan Software apa yang anda gunakan
  • Fitur
Dari sekian banyak faktor, mungkin faktor yang sudah disebutkan diatas sudah termasuk lengkap untuk dijadikan pertanyaan pada diri anda (awas jangan sampai galau yah mikirin  soundcard atau audio interface aja hehe ).

Banyak dari kawan pembaca blog distorsi selalu hanya bertanya kepada saya, " soundcard atau audio interface apa yang bagus?", dan saya selalu berkata "Soundcard atau audio interface yang bagus adalah soundcard yang sesuai dengan kebutuhan mas / anda / bapak" :)

Oke, di artikel ini saya ingin mengenalkan salah satu produk soundcard atau audio interface dari Focusrite, yaitu Focusrite Scarlett 2i2.



Focusrite Scarlett 2i2 adalah salah satu dari sekian banyak soundcard atau audio interface yang dikeluarkan oleh Focusrite. Focusrite Scarlett 2i2 ini termasuk kedalam golongan low-end dengan harga kurang dari Rp. 1.500.000,-. Apa saja fitur yang ada di Focusrite Scarlett 2i2? Yuk kita bahas lebih lanjut :D

Overview

Focusrite Scarlett 2i2 adalah soundcard atau audio interface berkoneksi USB yang mempunyai 2input dan 2output. Tentunya dikarenakan mempunyai koneksi USB, soundcard atau audio interface Focusrite Scarlett 2i2 tergolong kedalam "USB Mobile Audio Interface" atau bahasa belanda nya "bisa dipakai dan dibawa dimana saja :p". Walaupun soundcard ini ditawarkan dengan harga kurang dari Rp. 1.500.000,-, namun didalam Focusrite Scarlett 2i2 terdapat preamp Focusrite yang diunggulkan karena telah menjadi "award-winning" dalam dunia per-preamp-an. Jadi apabila anda tidak mempunyai budged tambahan untuk membeli sebuah preamp, mungkin Focusrite Scarlett 2i2 adalah salah satu pilihan untuk anda :)

Dengan harga kurang dari Rp. 1.500.000,-, Focusrite Scarlett 2i2 menawarkan anda sebuah soundcard / audio interface berkoneksi USB, 2input dan 2output, kokoh dan elegan dengan body alumunium, USB Mobile Audio Interface / bisa di bawa dan dipakai dengan mudah dimana saja dan tentu saja sudah build in preamp foucrite :)

Key Features


  • High Quality Mic Preamps Focusrite Scarlett 2i2 memiliki 2 buah preamp berkualitas tinggi dari Focusrite mic pres. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun dalam merancang peralatan analog, FOCUSRITE menghasilkan mic preamp terbaik di industri. Preamp terbaik tersebut tentu saja juga terdapat di Focusrite Scarlett 2i2 ini tanpa terkecuali. Dan memiliki desain yang sama dengan Saffire PRO 40 and Liquid Saffire 56

  • Excellent Digital Performance
    Dengan 24-bit resolution dan memiliki sample rate hingga 96 KHz, konversi digital yang ada di Focusrite Scarlett 2i2 memiliki kualitas yang sangat tinggi dan detail untuk keperluan merekam audio. Biasanya kalau saya merekam dengan sample rate 48KHz dan 24bit, itu sudah lebih dari cukup, bayangkan jika 96 KHz, pasti terdengar lebih mantap :)

  • Truly Portable Interface
    Focusrite Scarlett 2i2 sangat ringan dan tidak begitu besar sehingga mudah untuk muat dalam tas laptop. Dan lebih kerennya, Focusrite Scarlett 2i2 tidak memerlukan addition power (atau colokan yang biasa memakai adaptor). Jadi tinggal colok, langsung REKAM! Bayangkan, anda bisa melakukan rekaman dimana pun anda inginkan. Aih mantab :D

  • Included Software – DAW and Effects
    Dalam pembelian Focusrite Scarlett 2i2, anda sudah mendapatkan Ableton Live Lite 8, dan juga Focusrite’s Scarlett plug-in suite yang dapat digunakan di semua major DAW. Asik dapat software gratis :p

  • Mac OSX Lion Ready
    MAC User? Jangan khawatir! karena soundcard / audio interface ini sudah mendukung Mac OSX 10.7, Lion. Jadi anda bisa yakin bahwa MAC dan Focusrite Scarlett 2i2 akan berjalan dengan sempurna untuk selamanya hehe...


Berikut adalah video dari Focusrite Scarlett 2i2. Videonya mantab, andai saya bisa main gitar :( *curhat

BERMINAT UNTUK MEMBELI PRODUK INI ATAU SEKEDAR BERTANYA-TANYA?

Untuk membeli, mengetahui harga, deskripsi, hingga spesifikasi lengkap Focusrite Scarlett 2i2
Anda dapat mengujungi Toko Distrosi


Anda juga bisa bertanya-tanya atau berkonsultasi tentang hardware untuk keperluan audio di toko kami tersebut :)


12 December 2011

Cara menginstall steinberg cubase 5

Beberapa hari yang lalu saya menerima email dari kawan pembaca blog distorsi. Kawan tersebut menanyakan bagaimana cara menginstall steinberg cubase 5 versi PC. Mungkin bagi anda yang sudah sering menginstall software atau game di komputer tidak akan mengalami kesulitan untuk menginstall steinberg cubase. Namun masih banyak loh yang masih belum tahu. So, dalam artikel ini saya akan membahas bagaimana cara menginstall steinberg cubase 5.

Terlebih dahulu anda harus mengetahui format file dari mentahan installer yang anda punya.

Gunakan software WINRAR apabila format mentahan installer steinberg cubase 5 anda :
  • *.rar
  • *.r00, *.r01, *.r02, *.r03 dan seterusnya
  • *.zip
  • *.7z
  • *.ace
  • *.arj
  • *.bz2
  • *.cab
  • *.gz
  • *.iso
  • *.jar
  • *.lzh
  • *.tar
  • *.uue
  • *.z

Dan gunakan software Alcohol 120% atau Daemon untuk yang berformat :
  • *.iso
  • *.nrg
  • *.mds
  • *.mdx
  • *.bwt
  • *.b5t
  • *.cue
  • dan lain-lain

Untuk mendapatkan atau mendownload software pendukung tersebut bisa anda search di paman google.

Dalam contoh pada artikel yang saya tulis ini, format mentahan installer yang saya punya adalah *.r00, *.r01, *.r02, *.r03 hingga sampai *.r40. Dan steinberg cubase 5 yang saya punya ini rilisan dari Air yang mempunyai size 3,89gb (saat masih ter-compress)


Oke langsung saja kita ke tutorialnya. Block salah satu file → klik kanan → Extract file...

Lalu pilih destination path (folder untuk menampung hasil extract). Dalam contoh, folder untuk menampung hasil extract adalah D:\Distorsi\Software\recording\Steinberg.Cubase.v5.1\air-sc51 - yang lainnya biarkan saja seperti itu - lalu tekan tombol OK

Tunggu hingga ter-extract

Setelah ter-extract ternyata saya menemukan file dengan format *.ISO - yang berarti masih bisa di extract dengan WINRAR atau di Unmount dengan Alcohol 120% atau Daemon. Dalam artikel ini saya masih menggunakan WINRAR untuk meng-extract file *.ISO tersebut.

Extract file dengan format *.ISO tersebut dengan cara yang sama seperti diatas. Setelah file dengan format *.ISO ter-extract, anda akan menemukan file-file seperti gambar dibawah ini.

Klik 2 kali file Setup.exe

1. Yang pertama ada Installasi Track Presets for Halion Symponic Ochestra
  • Kalau ingin menginstall Track Presets for Halion Symponic Ochestra : Klik Install - I accept the terms in the License Agreement - Next - Next - Install - Tunggu hingga selesai - Finish
  • Kalau ingin skip / tidak menginstall : klik Cancel

2. Yang kedua adalah Installasi HALion One
  • Kalau ingin menginstall HALion One : Klik Install - I accept the terms in the License Agreement - Next - Next - Install - Tunggu hingga selesai - Finish
  • Kalau ingin skip / tidak menginstall : klik Cancel

3. Yang ketiga dan seterusnya
Caranya hampir sama semua kok, jadi sepertinya tidak perlu dijelaskan semua nya. hapir semua caranya seperti ini
  • Kalau ingin menginstall : Klik Install - I accept the terms in the License Agreement - Next - Next - Install - Tunggu hingga selesai - Finish
  • Kalau ingin skip / tidak menginstall : klik Cancel
Yang beda mungkin pada tahap Update dan Dongle Emulator. Tapi pasti anda akan mengerti kok cara menginstall nya ;)

Bagi anda menanyakan apakah harus menginstal semuanya? Jawabannya adalah tergantung kebutuhan. Apabila anda membutuhkannya silahkan untuk menginstall semua, apabila anda merasa tidak butuh, install yang sesuai kebutuhannya saja. Dan jika anda baru pertama kali menginstall Steinberg Cubase 5, saya rasa anda perlu menginstall kesemuanya untuk mengetahui fitur apa sajakah yang ada di Steinberg Cubase versi 5 ini.

Oke segitu dulu, bagi ada yang masih memiliki masalah untuk menginstall Steinberg Cubase 5 bisa ditanyakan di kotak komentar :D

Distorsi - Studio Rekaman - Home Recording - Rekaman - Jual Alat Rekaman

27 November 2011

Mengatasi masalah error saat menginstall AD Pack (Expansion untuk Addcitive Drums)

Addictive Drums adalah salah satu software Virtual Drummer yang saat ini banyak digunakan oleh musisi maupun Sound Engineer. Size yang tidak begitu besar, Fleksibelitas dalam hal penyetingan, banyaknya pilihan kit yang tersedia merupakan beberapa hal yang menjadi kelebihan software ini. Apabila Kit / sample nya kurang pun anda dapat menambahkannya dengan Expansion nya (AD Pack).

Namun pernahkan teman-teman yang mengalami masalah saat anda menginstal AD Pack / Expansion untuk Addictive Drums malah muncul masalah tidak bisa dibukanya program Addictive Drums di DAW atau Sequencer anda?

Contoh, saat saya menginstal Addictive Drums (Host), program tersebut dapet berjalan dengan sempurna. Nnamun setelah saya menginstal (contoh) ADpak Metal malah program Host nya tidak mau terbuka di DAW / Sequencer. Entah Plugins nya tidak terditeksi ataupun terditeksi namun tidak dapat terbuka. Nah, saat ini saya ingin berbagi bagaimana cara penanggulangannya.
  • Pertama pastikan host addictive drums anda sudah di update hingga versi 1.5.2. Kalau sudah diupdate namun masih mengalami masalah yang sama, silahkan coba cara di bawah ini.
  • Unistall terlebih dahulu Addictive Drums (Host) beserta AD Pack nya (Expansion nya)
  • Jangan Lupa untuk mendelete Addictive Drums.dll, biasanya dapat anda temukan di C:\Program Files\VstPlugins
  • Setelah anda mengUninstall semua hal yang berbau Addictive Drums, Install kembali Addictive Drums (Host). Ingat! hanya Host nya saja, lalu jangan lupa di update ke vesi 1.5.2. Untuk AD Pack / Expansion nya akan kita Install secara manual.
  • Oke, Setelah Addictive Drums (Host) terinstall, buka folder AD Pack yang ingin anda install. (Sebagai contoh, saya disini akan menginstall AD Pack Metal). Didalam foldernya akan tampak seperti ini
  • Buka folder AD Content - Installer DataRoot
  • Disana biasanya ada 3 folder (kalaupun 2 juga gpp), Factory Presets, Factory TomSets, dan Sound Data
  • Copy ketiga folder tersebut
  • Lalu paste di tempat anda menginstall Addictive Drums (Host), Kalau di tempat saya di C:\Program Files\XLN Audio\Addictive Drums
  • Selesai :D

Distorsi - Home Recording - Studio Rekaman


    NEWS

    TUTORIALS

    SOFTWARE

    DOWNLOAD

    ARTICLE

     

    Follower

    Facebook Box

    Twitter Updates

    Copyright © 2010 Distorsi All Rights Reserved
    Distorsi | Forum Distorsi | Toko Distorsi | Contact Us | Bonard Alfin's Blog